0
Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan


Oleh : SBS
Luar biasa..!!! kata kata yang tidak berlebihan untuk menggambarkan semangat, kegigihan dan pejuangan aktivis yang tegabung di DBM ( Difable Blora Mustika ), sebuah organisasi yang anggotanya para penyandang disabilitas di kabupaten Blora dengan segudang aktivitasnya. Di tengah keterbatasannya mereka melakukan hal hal yang tidak biasa, bahkan bisa jadi orang bukan penyandang disabilitas belum tentu mau dan bisa melakukan seperti yang mereka lakukan.
Perjuangan mereka bagi penyandang disabilitas di kota sate ini memang patut di apresiasi. Melalui DBM ini mereka berkarya dan menunjukkan eksistensinya. Perjuangan untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan pembuatan sim D bagi difable, juga produksi batik Blora yang merupakan unggulan mereka laku di pasaran bahkan banyak orang terkenal, tokoh, pejabat, bupati bahkan presiden Jokowi berkenan mengenakan batik karya mereka.
Awal mengenal mereka adalah saat mereka beraudiensi dengan komisi D DPRD Blora. Hal pertama yang membuat saya terkesan adalah kemampuan mereka dalam menyampaikan aspirasi, keterampilan berbicara dan kekompakan mereka menunjukkan sudah terbiasa dalam mengelola organisasi. Mereka membawa aspirasi untuk mendapatkan perlindungan dan perhatian dari pemerintah, mengusulkan agar DPRD membentuk perturan daerah ( perda ) bagi penyandang disabilitas di kota Mustika ini.
Saya mungkin orang yang paling antusias menyambut dan menerima mereka karena istri saya adalah seorang guru pada sekolah luar biasa jadi sudah cukup familiar dan sensitif terhadap kondisi mereka. Dalam berbagai kesempatan saya ke SLB dan berinteraksi dengan siswa penyandang disabilitas. Singkat cerita kami menyanggupi untuk memperjuangkan aspirasi mereka untuk pembentukan perda tersebut.
Kami mengawal proses demi proses pembentukan perda ini. Di sisi lain kami sadar dalam lembaga politik banyak konsideran dan alasan dalam setiap aktivitasnya. Ada regulasi yang harus ditaati pada setiap tahapannya juga agenda dan tugas kami yang lain membuat proses pembahasan perda ini tidak secepat yang kami janjikan.
Selama berproses itulah saya lebih mengenal mereka, semangat dan kegigihannya membuat saya merasa "kewalahan". Semangat mereka mengawal perda ini dengan mengadakan berbagai aktivitas yang membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, pertemuan formal dan informal sering diselenggarakan. Banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sering diundang untuk menyatukan visi dan dukungan terhadap perda ini karena kelak implementasinya melibatkan hampir semua OPD. Berbagai ormas juga sering diundang untuk mendapatkan dukungan untuk segera disahkan. Ranperda menjadi perda. Alhamdulillah hampir di semua pertemuan itu saya bisa menghadirinya. Pertemuan informal juga sering dilakukan, bahkan saat mereka minta bertemu dengan saya secara khusus, di DPD PKS Blora saya ajak mereka ngopi sambil berdiskusi serta mencermati pasal demi pasal ranperda ini. Selama menjalankan tugas sebagai anggota DPRD rasanya perda ini yang paling dinamis prosesnya.
Beberapa kali mereka audiensi di DPRD untuk mengawal proses ranperda ini bahkan pernah mengancam jika proses berlarut larut tidak jelas mereka akan mendirikan tenda dan menginap di gedung DPRD, saya memaknai sikap ini sebagai ungkapan semangat yang besar dalam memperjuangkan agar pemerintah memperhatikan secara setara dan proposional keberadaan penyandang disabilitas.
Jumat malam 28 Nopember 2019 saat saya membaca pesan whatsapp dari mereka, rasanya ingin tumpah air mata ini terharu dan sangat bahagia, banyak dari mereka mengucapkan terimakasih atas disahkan perda ini sambil mendoakan kebaikan dan kesehatan bagi saya. Saya membayangkan suka cita dan bahagia yang mereka rasakan, jerih payah dan lelah terbayar sudah.
Harapan besar dengan payung hukum ini pemerintah lebih serius memperhatikan dan mengakomodir kebutuhan dan kepentingan mereka. Semoga para pejuang DBM selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus berkarya.


Posting Komentar

 
Top