5

Oleh : SBS

Belum lama ini netizen dibuat terperanjat, kaget dan heran dengan sebuah berita penangkapan suami istri dari kalangan kaya raya karena penyalahgunaan narkoba.
Sejak dulu publik tahu bahwa mereka masuk kalangan the have karena yang laki-laki sejak lahir bisa dibilang sultan bahkan kaya sebelum lahir sedang yang wanita adalah selebriti populer papan atas.
Konon foto-foto harian, keluarga, kongkow bareng teman, liburan juga jalan-jalan identik dengan party, happy penuh hiburan diumbar lewat unggahan akun medsos mereka.
Belum lagi pakaian, perhiasan dan aksesories yang dikenakan pastinya branded,mewah dan mahal. Glamour.
Jam'iyyah medsosiyah makin yakin bahwa mereka pasangan bahagia yang kaya tajir melintir.
Suatu ketika tersiar tentang yang wanita tidak bisa cara mengupas salak dan beberapa berita tentang ketidakbisaan yang tidak biasa bagi wanita pada umumnya. Tidak tahu pasti, apa hal seperti ini sengaja dipamerkan? ditunjukkan agar semakin menguatkan citra sebagai orang kaya? Di sini saya bertakon-takon.
Andai jadi mereka alangkah bahagianya, bisa jadi demikian followers memendam rasa saat menscroll layar yang penuh foto yang hampir semua terlihat bahagia nan suka cita . Hidup sepertinya no problemo, seperti dalam dongeng, mau apa saja bisa apatah lagi cuma masalah keuangan.
Kurang apa mereka? Mengapa harus pakai narkoba segala? banyak alasan orang menggunakannya. Jika karena ada masalah harusnya tidak, lihatlah foto dan video yang dibagikannya. Atau mungkin karena ingin apa saja bisa menjadikan
banyak hal terasa biasa saja kemudian bosan, lalu mencoba yang luar biasa. Entahlah...
Banyak tulisan menyebutkan bahwa pamer kekayaan dan kebahagiaan adalah kompensasi rasa kurang bahagia. Motivasinya adalah butuh pengakuan, adapula yang ingin dihormati dihargai.
Bahagia adalah hak semua orang. Pun setiap insan bisa merasakan kebahagiaan. Sejatinya bagaimanapun keadaan manusia, bahagia bisa dinikmatinya.
Kekayaan, pangkat dan jabatan bukan jaminan. Pada saat yang sama orang yang kaya dan terhormat memilik suasana batin yang kurang lebih sama dengan orang yang terlihat biasa lagi papa.
Ukuran kebahagiaan masing-masing orang berbeda. Capaian orang lain belum tentu membahagiakannya padahal bagi kita merupakan hal yang sangat istimewa. Istilah Jawa menyebut menungso iku sawang sinawang.
Memaknai kebahagiaan, manusia dipengaruhi pandangan hidup, tata nilai serta ajaran yang diyakini.
Untuk menasihati diri sendiri dan keluarga sering saya sampaikan bahwa kunci kebahagiaan yang utama adalah iman dan ilmu.
Keimanan akan menyadarkan bahwa kita adalah makhluq yang lemah, mengingatkan bahwa ada yang maha kuasa yang mengatur hidup kita. Pasrah dan semeleh adalah sikap yang melegakan.
Ilmu akan membawa kepada pemahaman, pemahaman menuntun untuk bersikap dan bertindak yang benar, tepat dan bijak. Bijak adalah manifestasi kelapangan jiwa.
Inilah contoh kebahagiaan para ulama terdahulu, mereka berkata “Seandainya para raja dan pangeran itu mengetahui kenikmatan yang ada di hati kami ini, tentu mereka akan menyiksa kami dengan pedang (untuk merebutnya).”

Posting Komentar

  1. Pada saat yang sama orang yang kaya dan terhormat memilik and suasana batin yang kurang lebih sama dengan orang yang terlihat biasa lagi papa.!

    Click to play cookie clicker game

    BalasHapus
  2. Once you’ve found your perfect freelancer crm, most of the hard work is over. The next step is to familiarize yourself with this new business software tool, and set it up in a way that will help you accomplish important business objectives.A good CRM will help you automatically log and act on email conversations with clients and prospective clients.

    BalasHapus
  3. The lower-than-expected increase of Indonesia's gross domestic product (GDP) due to sluggish consumer demand is one domestic reason contributing to the IDR rupiah's depreciation. The IDR rupiah, on the other hand, is not alone in its depreciation versus the US dollar. Other major Asian currencies have also depreciated in value versus the US dollar, Law essay writing UK.

    BalasHapus

 
Top