0
BLORA, PKS Blora Online - Intensitas hujan yang semakin tinggi di wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) membuat sejumlah titik di 35 daerah berstatus siaga bencana alam. Menanggapi kondisi ini, masyarakat Jateng diminta untuk siap dengan segala kemungkinan.

Kepala Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng, Amir Darmanto, SH. meminta kepada segenap masyarakat untuk waspada dengan status siaga bencana di Jateng.

Salah satu yang perlu disiapkan, kata Amir, adalah meningkatkan kewaspadaan dini bencana, agar segala risiko bencana bisa dihindari.

“Untuk bencana tanah longsor misalnya, perlu diketahui dan dikenali tandanya, yaitu ada longsor-longsor kecil, retakan-retakan di tanah dan di tembok atau pagar, pohon yang tumbuh miring atau tiang listrik miring, pohon yang terangkat dan terlihat akarnya, sumur di lereng tiba-tiba hilang airnya dan muncul sumber-sumber air di lereng,” jelas Amir, dalam keterangan persnya pada Jumat (12/2/2016) di Semarang, Jateng.

Lebih lanjut, Amir yang juga anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng ini mengaku pihaknya sudah meminta agar satuan tugas PKS di seluruh daerah untuk selalu bersiap siaga.

“Dalam rapat koordinasi wilayah DPW beberapa waktu lalu, kami meminta agar teman-teman kepanduan di daerah, terutama Satgas PKS untuk selalu intens memantau kondisi terkini, terutama di titik rawan bencana, seperti di Karanganyar, Solo, Purworejo dan Banjarnegara,” tandasnya.

Selain itu, Satgas PKS, kata Amir, diminta untuk intens berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing daerah, agar bisa berkolaborasi dalam penanganan bencana di Jateng.

“BPBD kan institusi resmi penanggulangan bencana, sementara para Satgas PKS adalah salah satu relawan kebencanaan, sehingga kami harapkan kedua elemen tersebut, PKS-BPBD bisa berkolaborasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejumlah titik di Jateng sudah terjadi bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Data yang dihimpun, beberapa titik tersebut diantaranya di Kali Dengkeng, Desa Wiro, Kecamatan Bayat dan Kali Kupang, Desa Blora, Kecamatan Karangdowo di Kabupaten Klaten yang terjadi limpasan menggenangi jalan desa dan pemukiman dan menggenangi sawah seluas 25 hektar.

Titik kedua, adalah di Kali Beji, Desa Beji, Kecamatan Karang Dowo dan Kali Dengkeng, Desa Talang, Kecamatan Bayat Klaten, dimana terjadi limpasan menggenangi pemukiman dan sawah 2 hektar dan 3 hektar.

Di kabupaten lain, terjadi luapan City Walk menggenangi jalan Solo-Wonogiri sepanjang 1 km dengan ketinggian mencapai 0,6 meter. Selain itu juga terjadi limpasan Kali Jlantah di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukharjo yang menggenangi pemukiman termasuk SMP 1 Bendosari.

Di Kabupaten Sragen, Kali Mungkung, Desa Gebang, Kecamatan Masaran juga terjadi tebing/talud bobol sepanjang 20 m tinggi 1,5 m mengancam pemukiman warga.

Posting Komentar

 
Top