0
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab Blora, Santoso Budi Susetyo S.Sos bersama Novelis Nassirun Purwokartun


             Oleh : Santoso Budi Susetyo S.Sos

Pertemuan dengan beliau tidak saya duga sebelumnya karena Pak Ferry Lawadue ketua rombongan yang ingin menemui saya tidak memberi kabar sebelumnya melainkan hanya mengirim pesan  whatsapp yang memberitahukan bahwa rombongan sudah sampai Sulang kabupaten Rembang yang artinya tidak lama lagi sampai Blora.

Saat rombongan berjumlah 6 orang tiba saya sambut mereka satu persatu  bersalaman sambil menyebutkan nama, di antaranya ada yang mengenalkan dirinya Nasirun sejenak dalam benak saya bertanya apa ini Nasirun Purwokartun yang selama ini saya mengenal lewat media. Satu persatu dikenalkan oleh pak Ferry, dari situ saya yakin tidak salah dihadapan saya adalah Nasirun Purwakartun, seorang  kartunis dan penulis. Rasanya bahagia bisa bertemu beliau, seperti bertemu dengan guru yang dicari karena belum lama ini saya latihan menulis, menulis apa saja sedangkan dihadapan ada seorang penulis terkenal. Orang jawa bilang tumbu entuk tutup.

Jujur saya memang tidak mengenal banyak tentang beliau tapi namanya familiar di memori saya. Setahu saya Nassirun Purwokartun adalah seorang seniman. Sekira 15 tahun yang lalu pada sebuah acara terbuka pertama kalinya saya ketemu beliau secara fisik. Bedanya dia di atas panggung saya di lapangan. Dia pengisi acara saya peserta. Dia menghibur saya menikmatinya. Dia mengisi acara hiburan, hiburan yang berkelas menurut saya,  tahu nama Nassirun Purwokartun karena MC menyebutnya demikian. Yang saya ingat orangnya kurus, berkulit kuning. Saya tidak ingat  apa yang ditampilkan entah pantun atau puisi yang jelas kata kata indah yang menghibur.




Kami ngobrol dan berdiskusi tentang banyak hal terutama tentang budaya Jawa, tentang kekuasaan Demak dan juga tentang jasa para ulama di tanah Jawa. Kesan mendalam saya rasakan apalagi saya mendapatkan kenang kenangan 2 buah buku novel karya beliau, setting cerita berlatar kisah Arya Penangsang yang sudah terbit sebanyak 6 judul dengan latar cerita yang sama. Bagi saya ini adalah pertemuan yang menyejarah.

Pada kesempatan itu saya diajak mengunjungi penulis asli Blora Soesilo Toer yang juga adik Pramoedya Ananta Toer seorang penulis kenamaan di Indonesia. Pak Nas terlihat sangat akrab dengan pak Soes. Selain diskusi pak Nas juga membeli buku karya terbaru pak Soes. Ternyata ini adalah kali ke tiga  pak Nas berkunjung di PATABA,  nama perpustakaan pak Soes.

Selepas jam 12 kami pamit untuk melanjutkan makan siang. Diskusi kami lanjutkan sambil menikmati sate kambing yang sudah kami pesan sebelumnya .  Selepas shalat dhuhur berjamaah pak Nas beserta rombongan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan yang mereka istilahkan “ Napak Tilas”. Kunjungan berikutnya adalah Desa Jipang kecamatan Cepu  yang konon banyak  fakta sejarah kerajaan Demak serta  kisah heroik Arya Penangsang. Selamat berburu fakta sejarah  untuk pembelajaran yang benar dan terarah.

Posting Komentar

 
Top