0
Hadi Santoso mengunjungi Longsoran Tanah akibat Hujan Deras di Karanganyar Awal Tahun 2016 (PKSFoto)
SEMARANG, PKS Blora Online – Bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Karanganyar Kecamatan Karangpandan pada Selasa (29/11) pada pukul 14.00 WIB, menambah daftar panjang bencana hidrogeometrik di Jawa Tengah. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santosa mengatakan, dari data BPBD 2015 lalu dari 1000 kejadian 538 diantaranya bencana hidrogeometrik.
“Dinas ESDM Jawa Tengah mengklafikasikan ada 147 titik di Jawa Tengah dikategorikan sebagai zona merah tempat tinggal. Ada beberapa kriteria daerah tersebut zona merah tempat tinggal, pertama stabilitas tanah yang disebabkan oleh kemiringan dan rongga-rongga tanah di mana ada kemungkinan penetrasi,” kata Hadi di Gedung Berlian (DPRD Jawa Tengah), Rabu (30/11).
seperti dikutip dalam laman jateng.pks.id, posisi tanah dengan kemiringan 45 derajat jika terjadi longsor maka akan semakin cepat. Kondisi tanah seperti itu, paling banyak ada di Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo dan Karanganyar dan rata-rata kejadian tanah longsor yang sampai menimbulkan korban ada di zona-zona tersebut.
“Kami sudah merekomendasikan untuk tidak dihuni. Masyarakat sudah kami persuasif dengan berbagai cara, dilibatkan dalam penetapan peta geologis misalnya. Daerah-daerah yang pernah terjadi langsung dieksekusi setelah kejadian direlokasi,” tuturnya.
Rata-rata dari sisi sosiologis dan psikologis, masyarakat enggan direlokasi. Karena berbagai alasan dan paling besar adalah alasan ekonomis mempunyai tanaman yang diandalkan sebagai penghasilan sehari-hari.
Cuaca ekstrim yang belakangan melanda Jawa Tengah juga menambah banyak bencana di Jawa Tengah. Ia mengimbau agar masyarakat yang tidak terjangkau oleh alat early warning system mempunyai kearifan lokal untuk meminimalisasi jumlah korban akibat bencana.
Sumber: Suara Merdeka
( Haa )

Posting Komentar

 
Top